Jeda kompetisi sering kali menjadi momen krusial bagi klub-klub sepak bola untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas tim mereka. Tidak terkecuali PSS Sleman, yang memanfaatkan masa istirahat dalam jadwal BRI Liga 1 dengan menggelar laga internal guna mematangkan persiapan tim menjelang laga-laga berikutnya.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Super Elja, julukan PSS Sleman, ingin menjaga ritme permainan dan memperbaiki aspek-aspek yang masih menjadi kelemahan dalam skuat mereka. Selain itu, laga internal juga menjadi kesempatan bagi pemain yang jarang mendapat menit bermain untuk menunjukkan kemampuannya dan bersaing merebut tempat di tim utama.
Jeda Kompetisi, Momen Penting untuk Evaluasi
Jeda kompetisi memberikan peluang bagi pelatih PSS Sleman, Mariano Barreto, untuk melakukan analisis mendalam terhadap performa timnya. Dalam beberapa pertandingan terakhir sebelum jeda, PSS Sleman mengalami inkonsistensi performa yang membuat mereka kesulitan bersaing di papan atas klasemen.
Melalui pertandingan internal, Barreto bisa melihat sejauh mana para pemain memahami taktik yang diterapkan dan bagaimana mereka merespons perubahan strategi. Selain itu, ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan simulasi pertandingan agar para pemain tetap berada dalam kondisi terbaik saat kompetisi kembali bergulir.
“Kami ingin memanfaatkan jeda ini sebaik mungkin. Kami fokus pada pembenahan taktik, fisik, dan juga mental para pemain. Laga internal ini penting agar ritme permainan tetap terjaga,” ujar Barreto dalam sesi latihan tim.
Menguji Kedalaman Skuat
Salah satu manfaat dari laga internal adalah kesempatan untuk menguji kedalaman skuat. PSS Sleman tidak ingin bergantung hanya pada sebelas pemain utama, melainkan harus memiliki kedalaman tim yang solid guna menghadapi jadwal padat BRI Liga 1.
Dalam laga internal ini, pemain yang selama ini lebih banyak duduk di bangku cadangan diberi kesempatan untuk tampil dan membuktikan diri. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Todd Rivaldo Ferre, pemain yang memiliki skill individu tinggi tetapi masih kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di bawah Barreto.
Todd Ferre, yang baru kembali dari cedera, menunjukkan performa menjanjikan dalam laga internal ini. Ia beberapa kali berhasil melewati lawan dengan kelincahannya dan memberikan umpan-umpan berbahaya ke lini depan.
Selain itu, laga internal juga menjadi kesempatan bagi striker asing PSS Sleman, Yevhen Bokhashvili, untuk kembali menemukan ketajamannya setelah serangkaian pertandingan yang kurang memuaskan. Ia diharapkan bisa kembali menjadi andalan dalam mencetak gol di laga-laga selanjutnya.
Fokus pada Ketahanan Fisik dan Pemantapan Strategi
Selain aspek taktik dan teknis, ketahanan fisik menjadi salah satu fokus utama dalam laga internal ini. Jadwal padat di BRI Liga 1 sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain, dan tim pelatih ingin memastikan bahwa seluruh pemain siap secara fisik untuk menghadapi tekanan di laga berikutnya.
Program latihan selama jeda kompetisi ini mencakup peningkatan daya tahan, kecepatan, serta kekuatan fisik pemain. Pelatih fisik PSS Sleman, Paulo Camargo, menegaskan bahwa timnya tidak ingin kehilangan momentum akibat jeda kompetisi.
“Kami ingin memastikan pemain tetap dalam kondisi terbaik mereka. Latihan fisik yang kami lakukan bertujuan agar mereka tetap bugar dan siap ketika kompetisi kembali dimulai,” ujar Camargo.
Selain latihan fisik, pemantapan strategi juga menjadi bagian penting dalam laga internal ini. Barreto ingin memastikan bahwa para pemain memahami taktik yang diterapkan, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Salah satu skema yang sedang diuji coba adalah perubahan dalam sistem permainan, di mana PSS Sleman mencoba bermain lebih ofensif dengan menekankan serangan balik cepat. Dengan memanfaatkan kecepatan pemain sayap seperti Ricky Cawor dan Irkham Zahrul Mila, tim mencoba menciptakan lebih banyak peluang di lini depan.
Membangun Kekompakan dan Mentalitas Juara
Selain aspek teknis dan fisik, mentalitas pemain juga menjadi perhatian utama selama jeda kompetisi ini. PSS Sleman ingin membangun kembali kepercayaan diri pemain setelah beberapa hasil kurang memuaskan di pertandingan sebelumnya.
Dalam laga internal, pemain dituntut untuk menunjukkan mentalitas bertanding yang kuat, seolah-olah mereka sedang menghadapi pertandingan resmi. Barreto menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama tim agar PSS Sleman bisa tampil lebih solid ketika kembali bertanding di BRI Liga 1.
“Tim yang kuat bukan hanya soal teknik dan fisik, tetapi juga mentalitas. Kami ingin para pemain selalu siap menghadapi tekanan, baik di laga kandang maupun tandang,” kata Barreto.
Para pemain juga menyadari pentingnya membangun kekompakan dalam tim. Bek PSS Sleman, Bagas Kaffa, menegaskan bahwa laga internal ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan chemistry di antara para pemain.
“Ini kesempatan bagi kami untuk semakin padu sebagai sebuah tim. Kami berlatih bersama setiap hari, tetapi dalam laga internal seperti ini, kami bisa lebih memahami pergerakan satu sama lain di situasi pertandingan,” ujar Bagas.
Persiapan Menuju Pertandingan Berikutnya
Setelah jeda kompetisi berakhir, PSS Sleman akan kembali menghadapi pertandingan penting di BRI Liga 1. Tim pelatih berharap bahwa laga internal yang telah dilakukan bisa memberikan dampak positif terhadap performa tim.
Salah satu tantangan yang menanti PSS Sleman adalah menghadapi tim-tim kuat di papan atas. Oleh karena itu, persiapan yang matang selama jeda kompetisi ini diharapkan bisa membantu mereka bersaing dengan lebih baik.
Dengan kedalaman skuat yang terus diperkuat, strategi yang semakin matang, serta mentalitas yang diperbaiki, Super Elja berharap bisa kembali ke jalur kemenangan dan mengamankan posisi yang lebih baik di klasemen BRI Liga 1.
Barreto dan tim pelatihnya percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, PSS Sleman bisa tampil lebih solid dan kompetitif di sisa musim ini. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana mereka akan menerjemahkan hasil latihan dan laga internal ini ke dalam pertandingan sesungguhnya.
Bagi para pendukung setia Slemania, harapan besar ada pada tim kebanggaan mereka untuk kembali menunjukkan permainan terbaik dan meraih kemenangan demi kemenangan di kompetisi domestik.
Baca Juga: